Cara Saya Membuat Konten dengan Bantuan AI


Author: Syahrul Firdaus | Editor: Aryani Meitasari
Diterbitkan Jumat, 02 Oktober 2026
Cara Saya Membuat Konten dengan Bantuan AI

Mengapa Saya Menggunakan AI untuk Membuat Konten? 

Ada banyak orang yang sebenarnya memiliki pengetahuan, pengalaman, atau pesan yang ingin dibagikan, tetapi berhenti sebelum memulai. Alasannya bermacam-macam. Ada yang merasa tidak pandai menulis, tidak bisa desain, tidak mengerti editing video, atau merasa dirinya tidak cukup kreatif.

Ironisnya, di zaman ketika teknologi berkembang sangat cepat, masalah terbesar justru bukan kekurangan alat, melainkan terlalu banyak alasan untuk menunda. Banyak orang berkata, "Saya tidak punya ide." Padahal, yang sering terjadi bukan ide yang tidak ada, melainkan kita menunggu ide yang sempurna. Kita ingin hasil yang bagus sejak awal, padahal setiap karya besar selalu dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Kita sering kagum melihat kreator yang konsisten menghasilkan konten setiap hari, lalu berpikir bahwa mereka memiliki bakat yang luar biasa. Padahal, yang membedakan sering kali bukan bakat, melainkan sistem. Mereka memiliki cara untuk mengubah satu ide kecil menjadi banyak konten yang bermanfaat.

Saya pun menyadari bahwa tujuan membuat konten bukanlah membuktikan bahwa saya bisa mengerjakan semuanya sendiri. Tujuannya adalah menyampaikan pesan dan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang. Jika teknologi dapat membantu mempercepat proses berpikir dan produksi, mengapa tidak dimanfaatkan?

AI bagi saya bukan pengganti kreativitas manusia. AI hanyalah alat. Kreativitas tetap berasal dari manusia, sedangkan AI membantu mempercepat proses mengubah ide menjadi karya. Karena pada akhirnya, musuh terbesar seorang kreator bukanlah kurangnya kemampuan, tetapi berhenti berkarya hanya karena merasa kehabisan inspirasi.

Apa yang Saya Gunakan dan Bagaimana Workflow-nya?

Untuk membantu proses pembuatan konten, saya menggunakan beberapa tools AI yang saling terhubung.

  1. Chat GPT

ChatGPT adalah chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI. ChatGPT dapat membantu mencari ide, menjawab pertanyaan, menulis artikel, membuat script video, hingga membantu proses brainstorming.

Bagi seorang kreator, ChatGPT bisa diibaratkan seperti partner diskusi yang selalu siap membantu mengembangkan sebuah ide menjadi sesuatu yang lebih terstruktur. Namun, dalam workflow saya, ChatGPT tidak hanya digunakan untuk bertanya dan menjawab. Saya memanfaatkan fitur GPT khusus yang tersedia di dalamnya.

  1. Object Talk dari AICenturies

Object Talk adalah GPT khusus yang dibuat oleh AICenturies. Tool ini dirancang untuk membantu menghasilkan ide konten berdasarkan sebuah objek atau kata kunci tertent. Misalnya saya memasukkan kata:

“Lambung Mengengeluh”

Dari satu kata tersebut, Object Talk dapat menghasilkan sekitar 10 tema pembahasan yang berbeda, seperti:

  • Mengapa lambung mengeluh?

  • Kebiasaan yang membuat lambung tersiksa.

  • Tanda-tanda tubuh yang sering diabaikan.

  • Makanan yang diam-diam menyakiti lambung.

  • Dan berbagai sudut pandang lainnya.

Menariknya, setiap tema yang dihasilkan sudah dilengkapi dengan:

  • Script atau narasi.

  • Prompt text-to-image.

  • Konsep visual yang sesuai dengan cerita.

Dengan demikian, satu ide sederhana bisa berkembang menjadi banyak konten.

  1. Google Flow

Google Flow adalah platform berbasis AI dari Google yang memungkinkan pengguna menghasilkan gambar dan video menggunakan perintah teks (prompt).

Setelah mendapatkan script dan prompt dari Object Talk, saya menyalinnya ke Google Flow. Dengan Google Flow kemudian membantu mengubah deskripsi tersebut menjadi:

  • Gambar AI.

  • Klip video AI.

  • Adegan visual yang sesuai dengan narasi.

Dengan kata lain, Google Flow membantu menerjemahkan imajinasi dan teks menjadi visual yang menarik.

Workflow yang Saya Gunakan

  1. Buka ChatGPT.

  2. Pada halaman ChatGPT, buka menu Apps.

  3. Di bagian kanan atas, klik menu GPTs.

  4. Pada kolom pencarian GPTs, cari "Object Talk by AICenturies".

  5. Mulai percakapan baru dengan Object Talk.

  6. Masukkan prompt "lambung mengeluh" pada kolom chat.

  7. Object Talk akan menghasilkan beberapa tema tentang penyebab lambung mengeluh. Pilih salah satu tema yang ingin digunakan.

  8. Setiap tema yang dihasilkan sudah dilengkapi dengan prompt Text-to-Image dan Script (narasi)

  9. Buka Google Flow melalui website https://labs.google/fx/tools/flow

  10. Di Google Flow, buat project baru.

  11. Pilih salah satu tema dari Object Talk, lalu salin (copy) bagian Text-to-Image dan tempelkan (paste) ke Google Flow. Pada contoh ini, saya memilih tema berikut.

  12. Sebelum menekan tombol Enter, pastikan mode yang dipilih adalah Image karena kita akan membuat gambar terlebih dahulu.

  13. Berikut adalah hasil gambar yang berhasil dibuat.

  14. Kembali ke Object Talk di ChatGPT, lalu salin Script (narasi) dari tema yang sama dan tempelkan ke Google Flow. Berikut script yang saya gunakan.

  15. Di Google Flow, pilih salah satu gambar yang sudah dibuat. Kemudian klik ikon titik tiga di pojok kanan atas gambar tersebut.

  16. Pilih menu Animate untuk mengubah gambar menjadi video.

  17. Tempelkan (paste) script yang telah disalin sebelumnya.

  18. Ubah mode dari Image menjadi Video, kemudian pilih opsi Ingredients, atur ukuran video menjadi 16:9, dan tentukan durasi video yang diinginkan sebelum mulai proses pembuatan video.

    Frames adalah gambar acuan (keyframes) yang digunakan untuk mengontrol adegan dalam video AI.
    Ingredients adalah elemen atau bahan yang ingin dipertahankan dan digunakan selama pembuatan gambar atau video

    Dan inilah hasil akhir video yang berhasil dibuat. Dengan langkah-langkah tersebut, satu ide sederhana dari Object Talk dapat diubah menjadi gambar dan kemudian menjadi video menggunakan Google Flow. 
    https://s.id/hasil-pembutan-konten-ai

Deskripsi Gambar

Lembaga Pelatihan dan Sertfikasi IT


Alamat

Jalan Cipaganti No.95 Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat


Jam Operasional

Senin - Jumat : 08.00 - 17.00 WIB



Ikuti Kami